Rabu, 09 Desember 2015
MAKALAH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM)NTELIJEN
MAKALAH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
“INTELIJEN”
DISUSUN OLEH :
MAYA AYU INDRIANI (11140314)
STIE BANK BPD JATENG 2014/2015
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmaanirrahiim
Syukur Alhamdulilah penulis panjatkan kehadirat Allah
Subhanahuwataa’la yang telah memberikan kekuatan dan kesehatan pada penulis
sebagai rahmat yang sangat berharga. Shalawat dan salam penulis sanjungkan
kepada junjungan kita Nabi Muhammad Rasullullah SAW Nabi akhir zaman, yang
menjadi panutan kita umat islam, sangat memotivasi penulis untuk menyusun
makalah tentang sistem
inormasi manajemen intelijen
Penulis sangat berterima
kasih kepada dosen pembimbing dan teman-teman yang telah membantu baik material
maupun moril atas selesainya pembuatan makalah ini. Terimakasih yang
setulus-tulusnya diberikan kepada seluruh keluarga yang telah membantu dan
memotivasi dalam penyelesaian makalah ini.
Semarang,9 Desember 2015
MAYA AYU
INDRIANI
BAB I.
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Intelijen
di Indonesia belum sepenuhnya mendapatkan posisi yang tepat, baik dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Belum tepatnya posisi
intelijen dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, Beragamnya
persepsi masyarakat terhadap intelijen, tentu saja akan berpengaruh terhadap
sikap dan perilakunya aparat intelijen dalam melaksanakan tugasnya. Sikap dan
perilaku masyarakat terhadap intelijen yang diwujudkan dalam bentuk sinisme,
cacian dan cercaan, sehingga bisa kita jadikan motivasi untuk meluruskan dan
menempatkan intelijen pada posisi yang seharusnya.
Kata
intelijen juga sering digunakan untuk menyebut pelaku pengumpul informasi ini,
baik sebuah dinas intelijen maupun seorang agen. seperti agen 007 James Bond
seorang agen intelegen bergerak secara perorangan.
Untuk
mengumpulkan informasi, perlu diingat bahwa dalam manajemen sekuriti, intelijen
merupakan salah satu unsur dalam sebuah struktur sistem, sehingga sistem adalah
bukan pekerjaan individu tetapi kerjasama team. Dalam melakukan evaluasi atau
kajian ulang terhadap sistem yang tengah berjalan perubahan kebijakan
tergantung dari input data atau informasi aktual dari seorang intelijen.
Sehingga
sistem informasi manajemen secara tidak langsung ikut berperan dalam suatu
intelijen, baik dari segi apapun seperti sumber, subsistemnya, unsur pokok yang
terkandung dan lain-lain.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang yang dipaparkan maka, rumusan masalah yang terbentuk adalah
sebagai berikut,
1.)
Apa Konsep Dasar Intelijen ?
2.) Apa
sajakah unsur pokok dalam Informasi Intelijen ?
3.)
Bagaimana
Tingkatan Intelijen?
4.) Definisi Intelijen Bisnis
5.) Pengertian Sistem Informasi Intelijen
C. Tujuan Penulisan
Berdasarkan
rumusan masalah diatas, maka dapat disusun tujuan penulisan dari makalah ini
sebagai berikut
1.)
Memaparkan definisi
Sistem Informasi Manajemen Intelijen
2.) Memaparkan
unsur-unsur pokok dalam informasi Intelijen
3.)
Menjelaskan
sumber dari sistem informasi manajemen intelijen
4.)
Menjelaskan
keuntungan sistem intelijen bagi perusahaan atau lembaga
5.)
Memaparkan
subsistem sistem informasi manajemen intelijen
BAB II.
PEMBAHASAN
A. Konsep
Dasar Intelijen
Intelijen
adalah penciptaan new knowledge dalam suatu organisasi. Pada dasarnya, penciptaan new knowledge tersebut
tidak bisa lepas dari proses transformasi data menuju intelijen.
Data
Data
adalah potret kejadian atau fakta atas sesuatu hal yang terjadi. Data dapat
merupakan reasoning atas hal yang terjadi pada suatu periode waktu. Data
sebagaimana fakta, belum memiliki arti dan manfaat. Untuk memberikan manfaat
data tersebut harus mengalami proses terlebih dahulu.
Informasi
Informasi
adalah kumpulan data yang memiliki hubungan sehingga memberikan makna.
Informasi merupakan bentuk yang telah memberikan manfaat baik dalam arti
positif maupun negatif.
Knowledge
Knowledge merupakan
sesuatu yang lebih luas, lebih dalam, lebih komprehensif dari data ataupun
informasi. Knowledgemerupakan gabungan tacit knowledge dan explicit knowledge. Tacitknowledge berarti
keahlian yang ada pada diri seseorang namun tidak terlihat, sedangkan explicit knowledge merupakan
keahlian yang tertulis atau terdokumentasikan.
Intelijen
Orang
awam biasa mengartikan intelijen sebagai operasi militer yang rahasia atau
bahkan sama dengan spionase. Pada dasarnya intelijen adalah proses penciptaan
pengetahuan baru dalam sebuah organisasi. Pengetahuan baru berarti pengetahuan
yang dihasilkan merupakan pengetahuan yang benar-benar baru atau sebelumnya
tidak terdapat dalam invertory pengetahuan yang lama.
Intelijen
harus memiliki sifat yaitu memiliki keakuratan yang tinggi, fokus pada suatu
bidang, berdimensi waktu yang sesuai, visi ke depan, dapat diterapkan dan
responsif terhadap kebutuhan manajemen.
B. Unsur Pokok dalam
Informasi Intelijen
Sistem intelijen dapat memberikan banyak
keuntungan bagi suatu perusahaan atau lembaga. Sekarang ini tidak hanya
perusahaan besar yang memiliki sistem intelijen banyak perusahaan kecil yang
juga mempunyai.
Unsur
pokok dalam informasi intelijen :
1.
Profil
keperluan informasi dari manajer
2.
Sistem
penggalian informasi manajemen
3.
Sistem
pengkodean dan penyimpanan.
4.
Sistem
analisis data
5.
Kajian
khusus
6.
Sistem
pelaporan
7.
Pedoman
penghapusan data.
C. Tingkatan Intelijen
Berdasarkan lingkup dan tingkatannya intelijen dibagi
seperti pada tabel dibawah ini.
Tipe
|
Lingkup
|
Tingkatan
|
Economic Intelligence
|
Makro
|
Negara
|
Business Intelligence
|
Makro
|
Industri/Pasar
|
Market Intelligence
|
Mikro
|
Pasar
|
Competitor Intelligence
|
Mikro
|
Pelaku Pasar
|
Customer Intelligence
|
Mikro
|
Konsumen
|
Tabel 1.1 : Tipe dan Lingkup Intelijen
Intelijen
bukan monopoli manajemen tingkat atas saja. Intelijen bisa dihasilkan dan
dibutuhkan oleh seluruh tingkatan manajemen. Hal ini bisa dilihat pada tabel
dibawah ini.
Tipe
|
Fokus
|
Strategic Intelligence
|
Keputusan Strategis
|
Operational Intelligence
|
Efisiensi Operasi
|
Competitive Intelligence
|
Keunggulan competitive advantage
|
Technical Intelligence
|
Keunggulan teknis dan riset
|
Counter Intelligence
|
Keamanan informasi
|
Tabel 1.2 : Tipe dan Fokus Intelijen
D. Definisi Intelijen bisnis :
Makhluk dengan Berbagai Wujud
Intelijen
kompetitif meliputi pengambilalihan informasi dan pengumpulan informasi secara
legal, analisis, dan penyajian informasi intelijen. Ada perbedaan krusial
antara intelijen dengan spionase industri, yaitu pada pertimbangan etis dan
legal. Namun dalam kenyataanya, masih banyak orang yang salah tafsir dan
berprasangka buruk terhadap intelijen. Ini terjadi karena kosakata intelijen
sendiri memiliki arti yang luas dan setiap negara akan mendefinisikan intelijen
dalam terms sesuai dengan standar etis yang berlaku di negara
tersebut. Ini merupakan hal yang perlu diperhatikan oleh individu yang
berkecimpung dalam unit intelijen sebuah organisasi bahwa setiap negara
mempunyai standar etis yang berbeda dan kadang bertentangan dengan standar etis
yang diterapkan dalam organisasi.
Intelijen
kompetitif juga didefinisikan sebagai program sistematik untuk mengumpulkan dan
menganalisa informasi tentang kegiatan para pesaing dan
kecenderungan-kecenderungan bisnis umum untuk mewujudkan tujuan perusahaan.
Dengan demikian dalam intelijen bisnis mengandung unsur sebagai berikut :
- program
sistematik
- pengumpulan
data
- analisis
informasi
- aktifitas
aktifitas bisnis
- adanya
tujuan strategis yang hendak dicapai
Definisi
ini terdengar lebih etis dan legal, meski pada prakteknya diketahui beberapa
perusahaan yang melakukan praktek pelanggaran hukum dalam mengumpulkan
informasi tentang kegiatan pesaingpencurian informasi, penyadapan, perampokan
kantor dan penyuapan dan ini berarti telah berubah dari intelijen ke spionase
industri.
Definisi
yang lain menyatakan intelijen kompetitif sebagai sebuah program :
"Program Intelijen Kompetitif merupakan pondasi dimana sasaran, strategi
dari sebuah organisasi dibangun dan dimodifikasi. Intelijen kompetitif
menyediakan input terhadap keputusan produk mana, pasar dan jalur bisnis yang
akan ditanami investasi dan dibangun, bagaimana membangun kerjasama, dan juga
yang mana yang akan didivestasi".
Dari
tiga definisi diatas maka proses intelijen kompetitif semua memiliki elemen
elemen yang sama. Elemen elemen tersebut adalah :
- Memfokuskan
pada industri dan membuat profil pesaing.
- Pengumpulan
data menjadi intelijen, diorganisasi dan dievaluasi untuk menyediakan pandangan
baru terhadap kompetisi.
- Setiap
anggota organisasi adalah bagian dari intelijen kompetitif, sebagai antena,
meskipun tidak diberi tanggung jawab secara formal.
- Merupakan
proses dari mer.gumpulkan, menganalisa dan menggunakan data umum (public)
yang tersedia yang dzperoleh dengan legal dan etis. Dan bukan merupakan
spionase industri.
Dengan
semakin tingginya tingkat kesadaran hukum serta kerasnya sanksi yang diterima
oleh perusahaan yang melakukan praktek spionase industri maka kebanyakan
perusahaan melakukan praktek intelijen kompetitifnya dengan etis dan legal.
Informasi yang diperlukan dalam intelijen kompetitif sendiri sebenarnya sudah
tersedia, hanya tinggal mencarinya.
SISTEM
INFORMASI MANAJER
Informasi yang diberikan kepada manajer digunakan untuk mengendalikan operasi, jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, pengendalian manajemen dan pemecahan masalah khusus.
Dalam sistem yang dikomputerisasikan, program secara terus-menerus memantau transaksi pemasukan yang diproses atau yang baru di proses guna pengindetifikasian dan secara otomatis melaporkan lingkungan perkecualian yang memperoleh perhatian manajemen.
Semakin tinggi lapisan manajemen akan semakin cenderung menggunakan informasi yang berasal dari luar untuk tujuan pengendalian manajemen. Perbandingan kinerja organisasi dengan statistika ringkasan dari pesaing atau industri rata-rata jelas sangat penting artinya.
Informasi yang diberikan kepada manajer digunakan untuk mengendalikan operasi, jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, pengendalian manajemen dan pemecahan masalah khusus.
Dalam sistem yang dikomputerisasikan, program secara terus-menerus memantau transaksi pemasukan yang diproses atau yang baru di proses guna pengindetifikasian dan secara otomatis melaporkan lingkungan perkecualian yang memperoleh perhatian manajemen.
Semakin tinggi lapisan manajemen akan semakin cenderung menggunakan informasi yang berasal dari luar untuk tujuan pengendalian manajemen. Perbandingan kinerja organisasi dengan statistika ringkasan dari pesaing atau industri rata-rata jelas sangat penting artinya.
E. SISTEM INFORMASI INTELIJEN
Sistem informasi intelijen secara otomatis bertugas mencari dan menganalisis informasi tentang lingkungan sosial, politik, hukum, peraturan perundangan dan ekonomi dari satu atau lebih negara disamping juga tentang kesehatan dan prospek masa depan industri dimana perusahaan bersangkutan merupakan bagian didalamnya serta juga tentang pesaingnya.
Sistem informasi intelijen akan memberikan informasi perencanaan para manajer tidak menerima dari sumber lain.
Sumber informasi intelijen :
1. Lembaga
pemerintah.
2. Asosiasi
perdagangan industri
3. Perusahaan
riset pasar swasta
4. Media
massa
5. Kajian
khusus yang dilakukan organisasi
Informasi
yang diperoleh akan digunakan untuk memahami strategi pesaing, pergeseran halus
dalam selera konsumen.
Unsur pokok
dalam informasi intelijen :
·
Profil keperluan informasi dari manajer
·
Sistem penggalian informasi manajemen
·
Sistem pengkodean dan penyimpanan.
·
Sistem analisis data
·
Kajian khusus
·
Sistem pelaporan
·
Pedoman penghapusan data. Sistem intelijen dapat memberikan banyak
keuntungan bagi suatu perusahaan atau lembaga. Sekarang ini tidak hanya
perusahaan besar yang memiliki sistem intelijen banyak perusahaan kecil yang
juga mempunyai.
INTEGRASI SISTEM INFORMASI
Integrasi : adanya saling keterkaitan antar sub sistem sehingga data dari satu sistem secara rutin dapat melintas, menuju atau diambil oleh satu atau lebih sistem yang lain.
Pengintegrasian sistem informasi merupakan salah satu konsep kunci dari SIM. Berbagai sistem dapat saling berhubungan satu sama lain dengan berbagai cara yang sesuai keperluannya.
Integrasi sistem informasi dapat bersifat hirarkis yaitu pada tingkat transaksi akan memberikan masukan data kepada sistem tingkat manajerial atau sering pula dalam arah sebaliknya. Interaksi hirarkis adalah paling banyak diidentifikasikan dan diitegrasikan karena manajer mengetahui bahwa informasi harus diringkaskan menurut jalur hirarki disamping sistem yang bersangkutan ada di bawah satu garis komando dan karena manajer dalam bidang fungsional akan lebih banyak mengetahui data apa yang ada dalam sistemnya.
Keuntungan dari integrasi :
Integrasi : adanya saling keterkaitan antar sub sistem sehingga data dari satu sistem secara rutin dapat melintas, menuju atau diambil oleh satu atau lebih sistem yang lain.
Pengintegrasian sistem informasi merupakan salah satu konsep kunci dari SIM. Berbagai sistem dapat saling berhubungan satu sama lain dengan berbagai cara yang sesuai keperluannya.
Integrasi sistem informasi dapat bersifat hirarkis yaitu pada tingkat transaksi akan memberikan masukan data kepada sistem tingkat manajerial atau sering pula dalam arah sebaliknya. Interaksi hirarkis adalah paling banyak diidentifikasikan dan diitegrasikan karena manajer mengetahui bahwa informasi harus diringkaskan menurut jalur hirarki disamping sistem yang bersangkutan ada di bawah satu garis komando dan karena manajer dalam bidang fungsional akan lebih banyak mengetahui data apa yang ada dalam sistemnya.
Keuntungan dari integrasi :
- Membaiknya arus informasi di dalam sebuah organisasi.
- Mendorong manajer untuk membagikan informasi yang dihasilkan oleh departemennya agar secara rutin mengalir ke sistem yang lain yang memerlukan.
BAB
III.
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan paparan diatas maka dapat
disimpulkan sebagai berikut,
1.
Definisi
Intelijen (bahasa Inggris:
intelligence) adalah informasi
yang dihargai atas ketepatan waktu dan relevansinya, bukan detail dan
keakuratannya, berbeda dengan "data",
yang berupa informasi yang akurat, atau "fakta"
yang merupakan informasi yang telah diverifikasi.
Intelijen kadang disebut "data aktif" atau "intelijen
aktif", informasi ini biasanya mengenai rencana,
keputusan,
dan kegiatan suatu pihak, yang penting untuk ditindak-lanjuti atau dianggap
berharga dari sudut pandang organisasi pengumpul intelijen.
2. Sumber sistem informasi manajemen intelijen antara
lain dari Lembaga pemerintah, Asosiasi perdagangan industri ,Perusahaan riset pasar swasta ,Media massa,Kajian khusus yang dilakukan
organisasi
3. Unsur pokok dalam sistem intelijensi adalah Profil keperluan informasi
dari manajer ,Sistem penggalian informasi
manajemen ,Sistem pengkodean dan
penyimpanan, Sistem analisis data ,Kajian khusus ,Sistem pelaporan ,Pedoman penghapusan data.
4. Keuntungan Sistem informasi intelijensi bagi
perusahaan salah satunya adalah untuk untuk memperoleh
informasi sehari-hari mengenai perkembangan yang berkaitan dengan lingkungan
pemasaran bagi manajer.
5. SubSistem
dalam intelijensi ada subsistem intelijensi sumber daya manusia dan subsistem
intelijensi pemasaran.
B.
Saran
Intelijen
di Indonesia belum sepenuhnya mendapatkan posisi yang tepat, baik dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Belum tepatnya posisi
intelijen dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, Beragamnya
persepsi masyarakat terhadap intelijen, tentu saja akan berpengaruh terhadap
sikap dan perilakunya aparat intelijen dalam melaksanakan tugasnya. Sikap dan
perilaku masyarakat terhadap intelijen yang diwujudkan dalam bentuk sinisme,
cacian dan cercaan, sehingga bisa kita jadikan motivasi untuk meluruskan dan
menempatkan intelijen pada posisi yang seharusnya.
Jadi,
alangkah baiknya bila persepsi masyarakat terhadap Intelijen dibenarkan dan
disamakan sehingga informasi yang diperoleh sama tanpa ada kesinambungan informasi
serta hasil kerja nyata bagi para intelijen untuk memberikan bukti kerja mereka
dan pengolahan infromasi yang modern.
Langganan:
Postingan (Atom)