Kamis, 08 Oktober 2015

makalah sim






MAKALAH SISTEM INFORMASI   MANAJEMEN
“SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DI SEKOLAH”





                                                 cropped-logo.png




Disusun Oleh :
MAYA AYU INDRIANI (11140314)



JURUSAN AKUNTANSI
STIE BANK BPD JATENG 2014/2015

 
 






KATA PENGANTAR


Puji dan syukur kami panjtkan ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat, taufik serta hidayah-Nya, makalah “Penerapan Sistem Informasi Manajemen di SDN Jatihandap 2” dapat disusun.
Penyusunan laporan ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sistem Informasi Manajemen. Selain itu, untuk menambah wawasan dan pengetahuan yang lebih luas.
Dalam penyusunan makalah ini terdapat beberapa kendala, namun berkat partisipasi dari berbagai pihak, akhirnya kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini.
penyusunan makalah ini tentunya masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan penyusunan makalah selanjutnya.
Akhirnya, semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi kami dan umumnya bagi kita semua. Amien.


Semarang, 5 Oktober 2015


Penyusun
                                                                      Maya Ayu










DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................    i
DAFTAR ISI................................................................................................    ii

KATA PENGANTAR................................................................................      i
DAFTAR ISI................................................................................................      ii

BAB 1 PENDAHULUAN...........................................................................      1
1.1.       Latar Belakang Masalah.......................................................................      1
1.2.       Rumusan Masalah................................................................................      2
1.3.    Sistematika Penulisan...........................................................................      2

BAB 2 LANDASAN TEORI......................................................................      3
2.1     Definisi Sistem Informasi Manajemen..............................................      3
2.2.    Perkembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM)......................      4

BAB 3 PEMBAHASAN..............................................................................      6
3.1.    Pendidikan di Sekolah Dasar Negeri Jatihandap 2.........................      6
          3.1.1  Visi, Misi, dan Tujuan Sekolah...............................................      8
          3.1.2   Struktur Kurikulum SDN Jatihandap 2...............................      9
3.2     Implementasi KTSP di SDN Jatihandap 2......................................      10

BAB 4 PENUTUP.......................................................................................      16
4.1.   Kesimpulan.............................................................................................      16
4.2.   Rekomendasi..........................................................................................      16
DAFTAR PUSTAKA



BAB 1
PENDAHULUAN


1.4.       Latar Belakang Masalah

Bertolak dari asumsi bahwa life is education and education is life dalam arti pendidikan sebagai persoalan hidup dan kehidupan maka diskursus seputar pendidikan merupakan salah satu topik yang selalu menarik. Setidaknya ada dua alasan yang dapat diidentifikasi sehingga pendidikan tetap up to date untuk dikaji. Pertama, kebutuhan akan pendidikan memang pada hakikatnya krusial karena bertautan langsung dengan ranah hidup dan kehidupan manusia. Membincangkan pendidikan berarti berbicara kebutuhan primer manusia. Kedua, pendidikan juga merupakan wahana strategis bagi upaya perbaikan mutu kehidupan manusia, yang ditandai dengan meningkatnya level kesejahteraan, menurunnya derajat kemiskinan dan terbukanya berbagai alternatif opsi dan peluang mengaktualisasikan diri di masa depan.
Dalam tataran nilai, pendidikan mempunyai peran vital sebagai pendorong individu dan warga masyarakat untuk meraih progresivitas pada semua lini kehidupan. Di samping itu, pendidikan dapat menjadi determinan penting bagi proses transformasi personal maupun sosial. Dan sesungguhnya inilah idealisme pendidikan yang mensyaratkan adanya pemberdayaan.
Namun dalam tataran ideal, pergeseran paradigma yang awalnya memandang lembaga pendidikan sebagai lembaga sosial, kini dipandang sebagai suatu lahan bisnis basah yang mengindikasikan perlunya perubahan pengelolaan. Perubahan pengelolaan tersebut harus seirama dengan tuntutan zaman.



1.5.       Rumusan Masalah
1.      Apakah definisi Sistem Informasi Manajemen?
2.      Bagaimana penerapan Sistem Informasi Manajemen di Sekolah Dasar Negeri Jatihandap 2?

1.6.      Sistematika Penulisan
BAB 1 PENDAHULUAN
Membahas mengenai latar belakang masalah, rumusan masalah dan sistematika penulisan.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
Membahas mengenai Definisi Sistem Informasi Manajemen dan perkembangannya,.

BAB 3 PEMBAHASAN
Berisi tentang Profil Sekolah Dasar Negeri Jatihandap 2 Bandung dan Penerapan Sistem Informasi Manajemen di Sekolah Dasar Negeri Jatihandap 2 Bandung.

BAB 4 PENUTUP
Berisi kesimpulan dan rekomendasi.





BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA


2.1              Definisi Sistem Informasi Manajemen
Informasi dapat diibaratkan sebagai darah yang mengalir di dalam tubuh manusia, seperti halnya informasi di dalam sebuah perusahaan yang sangat penting untuk mendukung kelangsungan perkembangannya, sehingga terdapat alasan bahwa informasi sangat dibutuhkan bagi sebuah perusahaan. Akibat bila kurang mendapatkan informasi, dalam waktu tertentu perusahaan akan mengalami ketidakmampuan mengontrol sumber daya, sehingga dalam mengambil keputusan-keputusan strategis sangat terganggu, yang pada akhirnya akan mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan pesaingnya.
Disamping itu, sistem informasi yang dimiliki seringkali tidak dapat bekerja dengan baik. Masalah utamanya adalah bahwa sistem informasi tersebut terlalu banyak informasi yang tidak bermanfaat atau berarti (sistem terlalu banyak data). Memahami konsep dasar informasi adalah sangat penting (vital) dalam mendesain sebuah sistem informasi yang efektif (effective business system). Menyiapkan langkah atau metode dalam menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan dalam mendesain sistem baru. Sebuah perusahaan mengadakan transaksi-transaksi yang harus diolah agar bisa menjalankan kegiatannya sehari-hari.
Daftar gaji harus disiapkan, penjualan dan pembayaran atas perkiraan harus dibutuhkan: semua ini dan hal-hal lainnya adalah kegiatan pengolahan data dan harus dianggap bersifat pekerjaan juru tulis yang mengikuti suatu prosedur standar tertentu. Komputer bermanfaat utnuk tugas-tugas pengolahan data semacam ini, tetapi sebuah sistem informasi menajemen melaksanakan pula tugas-tugas lain dan lebih dari sekedar sistem pengolahan data. Adalah sistem pengolahan informasi yang menerapkan kemampuan komputer untuk menyajikan informasi bagi manajemen dan bagi pengambilan keputusan. Sistem informasi manajeman digambarkan sebagai sebuah bangunan piramida dimana lapisan dasarnya terdiri dari informasi, penjelasan transaksi, penjelasan status, dan sebagainya.
Lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber informasi dalam mendukung operasi manajemen sehari-hari. Lapisan keriga terdiri dair sumber daya sistem informasi untuk membantu perencanaan taktis dan pengambilan keputusan untuk pengendalian manajemen. Lapisan puncak terdiri dari sumber daya informasi utnuk mendukung perencanaan dan perumusan kebijakan oleh tingkat manajemen. Definisi sebuah sistem informasi manajemen, istilah yang umum dikenal orang adalah sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu (intregeted) untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer, prosedur pedoman, model manajemen dan keputusan, dan sebuah “data base”.

2.2. Perkembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM)

Sesungguhnya, konsep sistem informasi telah ada sebelum munculnya komputer. Sebelum pertengahan abad ke-20, pada masa itu masih digunakan kartu punch, pemakaian komputer terbatas pada aplikasi akuntansi yang kemudian dikenal sebagai sistem informasi akuntansi. Namun demikian para pengguna - khususnya dilingkungan perusahaan - masih mengesampingkan kebutuhan informasi bagi para manajer. Aplikasi akuntansi yang berbasis komputer tersebut diberi nama pengolahan data elektronik (PDE).
Dalam kenyataannya, sistem informasi sering dikaitkan dengan teknologi, dengan komputer khususnya. Sesungguhnya yang dimaksud sistem informasi tidak harus melibatkan komputer, sistem informasi yang menggunakan komputer biasa disebut sistem informasi berbasis komputer (computer based information system atau CBIS), tetapi dalam prakteknya sistem informasi lebih sering dikait-kaitkan dengan komputer. Berikut beragam definisi sistem informasi :


1.         Turban, McLean, dan Wetherbe (1999)
Sistem informasi adalah sebuah sistem informasi yang mempunyai fungsi mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk tujuan yang spesifik.
2.         Bodnar dan HopWood (1993)
Sistem informasi adalah kumpulan perangkat keras dan lunak yang dirancang untuk mentransformasikan data ke dalam bentuk informasi yang berguna.
3.         Alter (1992)
Sistem informasi adalah kombinasi antara prosedur kerja, informasi, orang, dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah perusahaan.



BAB 3
PEMBAHASAN

3.1.      Pendidikan di Sekolah Dasar Negeri Jatihandap 2          
Tujuan pendidikan Sekolah Dasar Negeri Jatihandap 2 ialah memberikan bekal kemampuan dasar kepada peserta didik untuk mengembangkan kehidupan manusia, serta mempersiapkan peserta didik untuk mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga negara, dan anggota umat manusia, serta mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti pendidikan menengah. Kemudian tujuan pendidikan Sekolah Dasar Negeri Jatihandap 2 dirumuskan mengacu kepada tujuan umum pendidikan dasar, yaitu meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Dengan dibekali dengan pendidikan peserta didik memahami akan nilai-nilai pendidikan berkarakter bangsa yang diantaranya:
1.      Religius
Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.
2.      Jujur
Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, an pekerjaan.
3.      Toleransi
Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.
4.      Disiplin
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
5.      Kerja keras
Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.
6.      Kreatif
Berfikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.
7.      Mandiri
Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
8.      Demokratis
Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.
9.      Rasa ingin tahu
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.
10.  Semangat kebangsaan
Cara berfikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
11.  Cinta Tanah Air
Cara berfikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya ekonomi, dan politik bangsa.
12.  Menghargai prestasi
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
13.  Bersahabat / komunikti
Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain.
14.  Cinta damai
Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya.
15.  Gemar membaca
Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.
16.  Peduli lingkungan
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi
17.  Peduli sosial
Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.
18.  Tanggung-jawab
Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.

3.1.1    Visi, Misi, dan Tujuan Sekolah
A.    Visi Sekolah SDN Jatihandap 2
Menjadikan sekolah unggulan dalam prestasi, disiplin, bertanggungjawab dalam hal IPTEK dan IMTAQ
-          Sekolah unggulan dalam prestasi artinya sekolah memiliki daya saing dengan usaha maksimal untuk menjadi sekolah unggulan dalam mencetak peserta didiknya untuk meraih prestasi dalam segala bidang.
-          Disiplin artinya sekolah menitik beratkan kedisiplinan bagi warga sekolah mulai dari pendidik sampai dengan peserta didik.
-          Bertanggungjawab artinya sekolah bertanggungjawab dalam hal melayani peserta didik untuk mendapatkan ilmu pengetahuan sebagai bekal dalam meraih prestasi.
-          Iman dan takwa artinya sekolah menciptakan sekolah yang tidak lepas akan keimanan dan ketaqwaan sebagai pondasi dalam melaksanakan aktifitasnya.

B.     Misi Sekolah SDN Jatihandap 2
-          Membentuk siswa yang cerdas dan intelektual
-          Mempunyai sikap disiplin dan bertanggung jawab
-          Beriman, taqwa, dan berakhlaq mulia

C.     Tujuan Sekolah
-          Siswa beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia.
-          Siswa memiliki dasar-dasar pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi.
-          Mengenal dan mencintai bangsa, masyarakat, dan kebudayaannya.
-          Siswa kreatif, terampil, dan bekerja untuk dapat mengembangkan diri secara terus menerus.

3.1.2    Struktur Kurikulum SDN Jatihandap 2
Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik pada satuan pendidikan dalam kegiatan pembelajaran. Susunan mata pelajaran tersebut terbagi dalam lima kelompok yaitu kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia; kewarganegaraan dan kepribadian; ilmu pengetahuan dan teknologi, estetika; jasmani, olahraga dan kesehatan.
Struktur kurikulum SDN Jatihandap 2 meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama enam tahun mulai kelas I sampai dengan kelas VI.
Struktur kurikulum SDN Jatihandap 2 disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran dengan ketentuan sebagai berikut:
a.       Kurikulum SDN Jatihandap 2 memuat 5 mata pelajaran, muatan local dan pengembangan diri.
b.      Pembelajaran pada kelas I s/d III dilaksanakan melalui pendekatan tematik, sedangkan pada kelas IV s/d dilaksanakan melalui pendekatan mata pelajaran.
c.       Alokasi waktu satu jam pelajaran adalah 35 menit.
d.      Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 36 minggu.

3.2       Implementasi KTSP di SDN Jatihandap 2
Pada dasarnya di SDN Jatihandap 2 KTSP telah diterapkan. Kurikulum Sekolah Dasar Negeri Jatihandap 2 dikembangkan sesuai dengan relevansinya di bawah koordinasi dan supervise dinas pendidikan. Pengembangan Kurikulum Sekolah Dasar Negeri Jatihandap 2 mengacu pada Standar Isi dan SKL dan berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BNSP, serta memperhatikan pertimbangan komite sekolah / dewan sekolah serta disesuaikan dengan karakteristik budaya daerah. Kurikulum Sekolah Dasar Negeri Jatihandap 2 dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut:




1.      Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.
Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik serta tuntunan lingkungan. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik.

2.      Beragam dan terpadu
Kurikulum Sekolah Dasar Negeri jatihandap 2 dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan jender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi.

3.      Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
Kurikulum Sekolah Dasar Negeri jatihandap 2 dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

4.      Relevan dengan kebutuhan kehidupan
Kurikulum Sekolah Dasar Negeri jatihandap 2 dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan berfikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan kenscayaan.

5.      Menyeluruh dan berkesinambungan
Substansi Kurikulum Sekolah Dasar Negeri jatihandap 2 mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan.

6.      Belajar sepanjang hayat
Kurikulum Sekolah Dasar Negeri jatihandap 2 diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta pengembangan manusia seutuhnya.

7.      Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah
Kurikulum Sekolah Dasar Negeri Jatihandap 2 dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam wadah Negara Kesatuan Republk Indonesia.

3.1.2.   Visi dan Misi Sekolah Dasar Negeri Jatihandap 2 Bandung
Visi dan Misi adalah sesuatu yang mutlak harus dimiliki oleh sebuah instansi atau organisasi untuk menunjukan ke arah mana suatu organisasi atau instansi berdiri. Visi dan misi juga memberikan tujuan yang harus dicapai oleh suatu organisasi atau instansi.


a. Visi
·      Mewujudkan pembangunan nasional dibidang pendidikan.
·      Mencerdaskan kehidupan bangsa dan sumber daya manusia,
·      Mewujudkan masyarakat yang maju.
·      Meningkatkan dan mengembangkan diri dengan aspek jasmaniah dan rohaniah.


b. Misi
·      Aktifitas kepemimpinan yang efektif dalam mengelola sekolah.
·      Kreatifitas staf yang saling bekerja sama dan memiliki kepemimpinan di bidang pendidikan.
·      Tindak lanjut dalam proses belajar mengajar yang efektif.
·      Itikad mengembangkan staf terprogram secara tepat demi kemajuan.
·      Ikut mewujudkan iklim belajar yang kondusif.
·      Pedoman kurikulum yang sesuai dengan tuntutan nasional dan kebutuhan masyarakat.
·      Menciptakan suasana kekeluargaan dan kebersamaan.







3.1              Penerapan Sistem Informasi Manajemen di Sekolah Dasar Negeri Jatihandap 2 Bandung
Sistem Informasi Manajemen yang diimplementasikan pada guru-guru di Sekolah Dasar Negeri Jatihandap 2 antara lain:

1)      Pengelolaan pengajaran Pengelolaan pengajaran ini merupakan dasar kegiatan dalam melaksanakan tugas pokok.
Kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan ini antara lain: pemimpin pendidikan hendaknya menguasai garis-garis besar program pengajaran untuk tiap bidang studi dan tiap kelas, menyusun program sekolah untuk satu tahun, menyusun jadwal pelajaran, mengkoordinir kegiatan-kegiatan penyusunan model satuan pengajaran, mengatur kegiatan penilaian, melaksanakan norma-norma kenaikan kelas, mencatat dan melaporkan hasil kemampuan belajar murid, mengkoordinir kegiatan bimbingan sekolah, mengkoordinir program non kurikuler, merencanakan pengadaan, memelihara dan mengembangkan buku perpustakaan sekolah dan alat-alat pelajaran.

2)      Pengelolaan kepegawaian
Termasuk dalam bidang ini yaitu menyelenggarakan urusan-urusan yang berhubungan dengan penyeleksian, pengangkatan kenaikan pangkat, cuti, perpindahan dan pemberhentian anggota staf sekolah, pembagian tugas-tugas di kalangan anggota staf sekolah, masalah jaminan kesehatan dan ekonomi, penciptaan hubungan kerja yang tepat dan menyenangkan, masalah penerapan kode etik jabatan.

3)      Pengelolaan kemuridan
Dalam bidang ini kegiatan yang nampak adalah perencanaan dan penyelenggaran murid baru, pembagian murid atas tingkat-tingkat, kelas-kelas atau kelompok-kelompok (grouping), perpindahan dan keluar masuknya murid-murid (mutasi), penyelenggaraan pelayanan khusus (special services) bagi murid, mengatur penyelenggaraan dan aktivitas pengajaran, penyelenggaran testing dan kegiatan evaluasi, mempersiapkan laporan tentang kemajuan masalah disiplin murid, pengaturan organisasi siswa, masalah absensi, dan sebagainya.

4)      Pengelolaan gedung dan halaman
Pengelolaan ini menyangkut usaha-usaha perencanaan dan pengadaan, inventarisasi, pengaturan pemakaian, pemeliharaan, rehabilitasi perlengkapan dan alat-alat material sekolah, keindahan serta kebersihan umum, usaha melengkapi yang berupa antara lain gedung (ruangan sekolah), lapangan tempat bermain, kebun dan halaman sekolah, meubel sekolah, alat-alat pelajaran klasikal dan alat peraga, perpustakaan sekolah, alat-alat permainan dan rekreasi, fasilitas pemeliharaan sekolah, perlengkapan bagi penyelenggaraan khusus, transportasi sekolah, dan alat-alat komunikasi,

5)      Pengelolaan keuangan
Dalam bidang ini menyangkut masalah-masalah urusa gaji guru-guru dan staf sekolah, urusan penyelenggaraan otorisasi sekolah, urusan uang sekolah dan uang alat-alat murid-murid, usaha-usaha penyediaan biaya bagi penyelenggaraan pertemuan dan perayaan serta keramaian.

6)      Pengelolaan hubungan sekolah dan masyarakat
Untuk memperoleh simpati dan bantuan dari masyarakat termasuk orang tua murid-murid, dan untuk dapat menciptakan kerjasama antara sekolah-rumah dan lembaga-lembaga sosial.







BAB 4
PENUTUP

4.3.            Kesimpulan
Penerapan Sistem Informasi Manajemen di Sekolah Dasar Negeri Jatihandap 2 telah berjalan.  tentunya belum semua tujuan dari Sistem Informasi Manajemen ini tercapai. Karena itu evaluasi dan perbaikan senantiasa dilakukan agar tercapai tujuan Sistem Informasi Manajemen, baik itu bagi sekolah, pengelola dan juga siswa.

4.4.            Rekomendasi
Harus ada keyakinan bahwa Sistem Informasi Manajemen memang benar-benar akan berkontribusi bagi peningkatan prestasi murid. Ukuran prestasi harus ditetapkan multidimensional, jadi bukan hanya pada dimensi prestasi akademik. Dengan taruhan seperti itu, daerah-daerah yang hanya menerapkan Sistem Informasi Manajemen sebagai mode akan memiliki peluang yang kecil untuk berhasil.





DAFTAR PUSTAKA


Alamsyah, dkk, (2008). Coporate Management Information System. Palembang. Universitas Bina Darma
Ngalim Purwanto, (2006) Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Sarwoto. (1998) Dasar-dasar Organisasi dan Manajemen. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Sekolah Dasar Negeri Jatihandap 2, 2011. Kurikulum Sekolah Dasar Negeri Jatihandap. Bandung.
_______, (2007). System Informasi Manajemen. Pusat Pendidikan Dan Pelatihan Pengawasan Badan Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan


jika ingin melihat versi aslinya silahkan download pada link berikut:
ms. word
power point
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar