|
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami
panjtkan ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat, taufik serta hidayah-Nya, makalah “Penerapan Sistem Informasi Manajemen
di SDN Jatihandap 2” dapat
disusun.
Penyusunan laporan ini
dimaksudkan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sistem Informasi Manajemen. Selain itu, untuk menambah wawasan
dan pengetahuan yang lebih luas.
Dalam penyusunan makalah
ini terdapat beberapa kendala, namun berkat partisipasi dari berbagai pihak,
akhirnya kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini.
penyusunan makalah ini tentunya
masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik
dan saran demi kesempurnaan penyusunan makalah selanjutnya.
Akhirnya, semoga makalah
ini dapat bermanfaat khususnya bagi kami dan umumnya bagi kita semua. Amien.
Semarang, 5 Oktober 2015
Penyusun
Maya Ayu
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................ i
DAFTAR ISI................................................................................................ ii
KATA PENGANTAR................................................................................ i
DAFTAR ISI................................................................................................ ii
BAB 1 PENDAHULUAN........................................................................... 1
1.1.
Latar Belakang Masalah....................................................................... 1
1.2.
Rumusan Masalah................................................................................ 2
1.3. Sistematika Penulisan........................................................................... 2
BAB 2 LANDASAN TEORI...................................................................... 3
2.1 Definisi Sistem Informasi Manajemen.............................................. 3
2.2. Perkembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM)...................... 4
BAB 3 PEMBAHASAN.............................................................................. 6
3.1. Pendidikan di Sekolah
Dasar Negeri Jatihandap 2......................... 6
3.1.1
Visi, Misi, dan Tujuan Sekolah............................................... 8
3.1.2
Struktur Kurikulum SDN Jatihandap 2............................... 9
3.2 Implementasi KTSP di SDN
Jatihandap 2...................................... 10
BAB 4 PENUTUP....................................................................................... 16
4.1.
Kesimpulan............................................................................................. 16
4.2.
Rekomendasi.......................................................................................... 16
BAB 1
PENDAHULUAN
1.4. Latar Belakang Masalah
Bertolak dari asumsi bahwa life is education and education is life
dalam arti pendidikan sebagai persoalan hidup dan kehidupan maka diskursus
seputar pendidikan merupakan salah satu topik yang selalu menarik. Setidaknya
ada dua alasan yang dapat diidentifikasi sehingga pendidikan tetap up to date
untuk dikaji. Pertama, kebutuhan akan pendidikan memang pada hakikatnya krusial
karena bertautan langsung dengan ranah hidup dan kehidupan manusia.
Membincangkan pendidikan berarti berbicara kebutuhan primer manusia. Kedua,
pendidikan juga merupakan wahana strategis bagi upaya perbaikan mutu kehidupan
manusia, yang ditandai dengan meningkatnya level kesejahteraan, menurunnya
derajat kemiskinan dan terbukanya berbagai alternatif opsi dan peluang
mengaktualisasikan diri di masa depan.
Dalam tataran nilai, pendidikan mempunyai peran vital sebagai pendorong
individu dan warga masyarakat untuk meraih progresivitas pada semua lini
kehidupan. Di samping itu, pendidikan dapat menjadi determinan penting bagi
proses transformasi personal maupun sosial. Dan sesungguhnya inilah idealisme
pendidikan yang mensyaratkan adanya pemberdayaan.
Namun dalam tataran ideal, pergeseran paradigma yang awalnya memandang
lembaga pendidikan sebagai lembaga sosial, kini dipandang sebagai suatu lahan
bisnis basah yang mengindikasikan perlunya perubahan pengelolaan. Perubahan
pengelolaan tersebut harus seirama dengan tuntutan zaman.
1.5.
Rumusan Masalah
1.
Apakah definisi Sistem Informasi Manajemen?
2.
Bagaimana penerapan Sistem Informasi Manajemen di Sekolah
Dasar Negeri Jatihandap 2?
1.6. Sistematika Penulisan
BAB 1 PENDAHULUAN
Membahas
mengenai latar belakang masalah, rumusan masalah dan sistematika penulisan.
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
Membahas
mengenai Definisi
Sistem Informasi Manajemen dan perkembangannya,.
BAB 3 PEMBAHASAN
Berisi tentang Profil Sekolah Dasar Negeri Jatihandap
2 Bandung dan Penerapan Sistem
Informasi Manajemen di Sekolah Dasar Negeri Jatihandap 2 Bandung.
BAB 4 PENUTUP
Berisi
kesimpulan dan rekomendasi.
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1
Definisi Sistem Informasi Manajemen
Informasi dapat diibaratkan
sebagai darah yang mengalir di dalam tubuh manusia, seperti halnya
informasi di dalam sebuah perusahaan yang sangat penting untuk mendukung
kelangsungan perkembangannya, sehingga terdapat alasan bahwa informasi sangat
dibutuhkan bagi sebuah perusahaan. Akibat bila kurang mendapatkan informasi,
dalam waktu tertentu perusahaan akan mengalami ketidakmampuan mengontrol sumber
daya, sehingga dalam mengambil keputusan-keputusan strategis sangat terganggu,
yang pada akhirnya akan mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan
pesaingnya.
Disamping itu, sistem
informasi yang dimiliki seringkali tidak dapat bekerja dengan baik. Masalah
utamanya adalah bahwa sistem informasi tersebut terlalu banyak informasi yang
tidak bermanfaat atau berarti (sistem terlalu banyak data). Memahami konsep
dasar informasi adalah sangat penting (vital) dalam mendesain sebuah sistem
informasi yang efektif (effective business system). Menyiapkan langkah atau
metode dalam menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan dalam
mendesain sistem baru. Sebuah perusahaan mengadakan transaksi-transaksi yang
harus diolah agar bisa menjalankan kegiatannya sehari-hari.
Daftar gaji harus disiapkan,
penjualan dan pembayaran atas perkiraan harus dibutuhkan: semua ini dan hal-hal
lainnya adalah kegiatan pengolahan data dan harus dianggap bersifat pekerjaan
juru tulis yang mengikuti suatu prosedur standar tertentu. Komputer bermanfaat
utnuk tugas-tugas pengolahan data semacam ini, tetapi sebuah sistem informasi
menajemen melaksanakan pula tugas-tugas lain dan lebih dari sekedar sistem
pengolahan data. Adalah sistem pengolahan informasi yang menerapkan kemampuan
komputer untuk menyajikan informasi bagi manajemen dan bagi pengambilan
keputusan. Sistem informasi manajeman digambarkan sebagai sebuah bangunan
piramida dimana lapisan dasarnya terdiri dari informasi, penjelasan transaksi,
penjelasan status, dan sebagainya.
Lapisan berikutnya terdiri
dari sumber-sumber informasi dalam mendukung operasi manajemen sehari-hari.
Lapisan keriga terdiri dair sumber daya sistem informasi untuk membantu
perencanaan taktis dan pengambilan keputusan untuk pengendalian manajemen.
Lapisan puncak terdiri dari sumber daya informasi utnuk mendukung perencanaan
dan perumusan kebijakan oleh tingkat manajemen. Definisi sebuah sistem
informasi manajemen, istilah yang umum dikenal orang adalah sebuah sistem
manusia/mesin yang terpadu (intregeted) untuk menyajikan informasi guna
mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah
organisasi. Sistem ini menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat
lunak (software) komputer, prosedur pedoman, model manajemen dan keputusan, dan
sebuah “data base”.
2.2. Perkembangan Sistem Informasi
Manajemen (SIM)
Sesungguhnya, konsep sistem informasi telah ada
sebelum munculnya komputer. Sebelum pertengahan abad ke-20, pada masa itu masih
digunakan kartu punch, pemakaian komputer terbatas pada aplikasi akuntansi
yang kemudian dikenal sebagai sistem informasi akuntansi. Namun demikian para
pengguna - khususnya dilingkungan perusahaan - masih mengesampingkan kebutuhan
informasi bagi para manajer. Aplikasi akuntansi yang berbasis komputer tersebut
diberi nama pengolahan data elektronik (PDE).
Dalam kenyataannya, sistem
informasi sering dikaitkan dengan teknologi, dengan komputer khususnya. Sesungguhnya yang dimaksud sistem informasi
tidak harus melibatkan komputer,
sistem informasi yang menggunakan komputer biasa disebut sistem informasi berbasis komputer (computer based
information system atau CBIS), tetapi dalam prakteknya sistem informasi lebih sering
dikait-kaitkan dengan komputer. Berikut beragam definisi sistem informasi :
1. Turban,
McLean, dan Wetherbe (1999)
Sistem informasi adalah
sebuah sistem informasi yang mempunyai fungsi mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan
menyebarkan informasi untuk tujuan yang spesifik.
2. Bodnar
dan HopWood (1993)
Sistem informasi adalah
kumpulan perangkat keras dan lunak yang dirancang untuk mentransformasikan data ke dalam bentuk informasi yang berguna.
3. Alter
(1992)
Sistem informasi adalah
kombinasi antara prosedur kerja, informasi, orang, dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk
mencapai tujuan dalam sebuah perusahaan.
BAB 3
PEMBAHASAN
3.1. Pendidikan di Sekolah
Dasar Negeri Jatihandap 2
Tujuan pendidikan
Sekolah Dasar Negeri Jatihandap 2 ialah memberikan bekal kemampuan dasar kepada
peserta didik untuk mengembangkan kehidupan manusia, serta mempersiapkan
peserta didik untuk mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi, anggota
masyarakat, warga negara, dan anggota umat manusia, serta mempersiapkan peserta
didik untuk mengikuti pendidikan menengah. Kemudian tujuan pendidikan Sekolah
Dasar Negeri Jatihandap 2 dirumuskan mengacu kepada tujuan umum pendidikan
dasar, yaitu meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak
mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih
lanjut. Dengan dibekali dengan pendidikan peserta didik memahami akan nilai-nilai
pendidikan berkarakter bangsa yang diantaranya:
1. Religius
Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang
dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun
dengan pemeluk agama lain.
2. Jujur
Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang
yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, an pekerjaan.
3. Toleransi
Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis,
pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.
4. Disiplin
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai
ketentuan dan peraturan.
5. Kerja keras
Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai
hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.
6. Kreatif
Berfikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru
dari sesuatu yang telah dimiliki.
7. Mandiri
Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam
menyelesaikan tugas-tugas.
8. Demokratis
Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan
kewajiban dirinya dan orang lain.
9. Rasa ingin tahu
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam
dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.
10. Semangat kebangsaan
Cara berfikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan
bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
11. Cinta Tanah Air
Cara berfikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan,
kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik,
sosial, budaya ekonomi, dan politik bangsa.
12. Menghargai prestasi
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu
yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang
lain.
13. Bersahabat / komunikti
Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja
sama dengan orang lain.
14. Cinta damai
Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang
dan aman atas kehadiran dirinya.
15. Gemar membaca
Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang
memberikan kebajikan bagi dirinya.
16. Peduli lingkungan
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada
lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki
kerusakan alam yang sudah terjadi
17. Peduli sosial
Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan
masyarakat yang membutuhkan.
18. Tanggung-jawab
Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya,
yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan
(alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.
3.1.1 Visi, Misi, dan Tujuan
Sekolah
A. Visi Sekolah SDN Jatihandap 2
Menjadikan sekolah
unggulan dalam prestasi, disiplin, bertanggungjawab dalam hal IPTEK dan IMTAQ
-
Sekolah
unggulan dalam prestasi artinya sekolah memiliki daya saing dengan usaha
maksimal untuk menjadi sekolah unggulan dalam mencetak peserta didiknya untuk
meraih prestasi dalam segala bidang.
-
Disiplin
artinya sekolah menitik beratkan kedisiplinan bagi warga sekolah mulai dari
pendidik sampai dengan peserta didik.
-
Bertanggungjawab
artinya sekolah bertanggungjawab dalam hal melayani peserta didik untuk
mendapatkan ilmu pengetahuan sebagai bekal dalam meraih prestasi.
-
Iman
dan takwa artinya sekolah menciptakan sekolah yang tidak lepas akan keimanan
dan ketaqwaan sebagai pondasi dalam melaksanakan aktifitasnya.
B. Misi Sekolah SDN Jatihandap 2
-
Membentuk
siswa yang cerdas dan intelektual
-
Mempunyai
sikap disiplin dan bertanggung jawab
-
Beriman,
taqwa, dan berakhlaq mulia
C. Tujuan Sekolah
-
Siswa
beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia.
-
Siswa
memiliki dasar-dasar pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan untuk melanjutkan
pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi.
-
Mengenal
dan mencintai bangsa, masyarakat, dan kebudayaannya.
-
Siswa
kreatif, terampil, dan bekerja untuk dapat mengembangkan diri secara terus
menerus.
3.1.2 Struktur Kurikulum SDN
Jatihandap 2
Struktur kurikulum
merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta
didik pada satuan pendidikan dalam kegiatan pembelajaran. Susunan mata
pelajaran tersebut
terbagi dalam lima kelompok yaitu kelompok mata pelajaran agama dan akhlak
mulia; kewarganegaraan dan kepribadian; ilmu pengetahuan dan teknologi,
estetika; jasmani, olahraga dan kesehatan.
Struktur kurikulum SDN
Jatihandap 2 meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang
pendidikan selama enam tahun mulai kelas I sampai dengan kelas VI.
Struktur kurikulum SDN
Jatihandap 2 disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar
kompetensi mata pelajaran dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Kurikulum SDN Jatihandap 2 memuat 5
mata pelajaran, muatan local dan pengembangan diri.
b. Pembelajaran pada kelas I s/d III
dilaksanakan melalui pendekatan tematik, sedangkan pada kelas IV s/d
dilaksanakan melalui pendekatan mata pelajaran.
c. Alokasi waktu satu jam pelajaran
adalah 35 menit.
d. Minggu efektif dalam satu tahun
pelajaran (dua semester) adalah 36 minggu.
3.2 Implementasi KTSP di SDN
Jatihandap 2
Pada
dasarnya di SDN Jatihandap 2 KTSP telah diterapkan. Kurikulum Sekolah Dasar
Negeri Jatihandap 2 dikembangkan sesuai dengan relevansinya di bawah koordinasi
dan supervise dinas pendidikan. Pengembangan Kurikulum Sekolah Dasar Negeri
Jatihandap 2 mengacu pada Standar Isi dan SKL dan berpedoman pada panduan
penyusunan kurikulum yang disusun oleh BNSP, serta memperhatikan pertimbangan
komite sekolah / dewan sekolah serta disesuaikan dengan karakteristik budaya
daerah. Kurikulum Sekolah Dasar Negeri Jatihandap 2 dikembangkan berdasarkan
prinsip-prinsip sebagai berikut:
1.
Berpusat pada potensi, perkembangan,
kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.
Kurikulum
dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral
untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung
jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi
peserta didik serta tuntunan lingkungan. Memiliki posisi sentral berarti
kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik.
2.
Beragam dan terpadu
Kurikulum
Sekolah Dasar Negeri jatihandap 2 dikembangkan dengan memperhatikan keragaman
karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan,
serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku,
budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan jender. Kurikulum meliputi
substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri
secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna
dan tepat antarsubstansi.
3.
Tanggap terhadap perkembangan ilmu
pengetahuan, teknologi dan seni
Kurikulum
Sekolah Dasar Negeri jatihandap 2 dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu
pengetahuan, teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. Oleh karena
itu, semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik
untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan
seni.
4.
Relevan dengan kebutuhan kehidupan
Kurikulum
Sekolah Dasar Negeri jatihandap 2 dilakukan dengan melibatkan pemangku
kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan
kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia
kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan
berfikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan
vokasional merupakan kenscayaan.
5.
Menyeluruh dan berkesinambungan
Substansi
Kurikulum Sekolah Dasar Negeri jatihandap 2 mencakup keseluruhan dimensi
kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan
disajikan secara berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan.
6.
Belajar sepanjang hayat
Kurikulum
Sekolah Dasar Negeri jatihandap 2 diarahkan kepada proses pengembangan,
pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum
mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan
informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu
berkembang serta pengembangan manusia seutuhnya.
7.
Seimbang antara kepentingan nasional
dan kepentingan daerah
Kurikulum
Sekolah Dasar Negeri Jatihandap 2 dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan
nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling
mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam wadah
Negara Kesatuan Republk Indonesia.
3.1.2. Visi dan Misi Sekolah Dasar Negeri Jatihandap 2 Bandung
Visi dan Misi adalah sesuatu
yang mutlak harus dimiliki oleh sebuah instansi atau organisasi untuk
menunjukan ke arah mana suatu organisasi atau instansi berdiri. Visi dan misi
juga memberikan tujuan yang harus dicapai oleh suatu organisasi atau instansi.
a. Visi
·
Mewujudkan pembangunan nasional dibidang
pendidikan.
·
Mencerdaskan kehidupan bangsa dan sumber daya
manusia,
·
Mewujudkan masyarakat yang maju.
·
Meningkatkan dan mengembangkan diri dengan aspek
jasmaniah dan rohaniah.
b. Misi
·
Aktifitas kepemimpinan yang efektif dalam
mengelola sekolah.
·
Kreatifitas staf yang saling bekerja sama dan
memiliki kepemimpinan di bidang pendidikan.
·
Tindak lanjut dalam proses belajar mengajar yang
efektif.
·
Itikad mengembangkan staf terprogram secara
tepat demi kemajuan.
·
Ikut mewujudkan iklim belajar yang kondusif.
·
Pedoman kurikulum yang sesuai dengan tuntutan
nasional dan kebutuhan masyarakat.
·
Menciptakan suasana kekeluargaan dan
kebersamaan.
3.1
Penerapan Sistem Informasi Manajemen
di Sekolah Dasar Negeri Jatihandap 2 Bandung
Sistem Informasi Manajemen yang diimplementasikan pada
guru-guru di Sekolah Dasar Negeri Jatihandap 2 antara lain:
1)
Pengelolaan
pengajaran Pengelolaan pengajaran ini merupakan dasar kegiatan dalam
melaksanakan tugas pokok.
Kegiatan yang
berhubungan dengan pengelolaan ini antara lain: pemimpin pendidikan hendaknya
menguasai garis-garis besar program pengajaran untuk tiap bidang studi dan tiap
kelas, menyusun program sekolah untuk satu tahun, menyusun jadwal pelajaran,
mengkoordinir kegiatan-kegiatan penyusunan model satuan pengajaran, mengatur
kegiatan penilaian, melaksanakan norma-norma kenaikan kelas, mencatat dan
melaporkan hasil kemampuan belajar murid, mengkoordinir kegiatan bimbingan
sekolah, mengkoordinir program non kurikuler, merencanakan pengadaan,
memelihara dan mengembangkan buku perpustakaan sekolah dan alat-alat pelajaran.
2)
Pengelolaan
kepegawaian
Termasuk dalam
bidang ini yaitu menyelenggarakan urusan-urusan yang berhubungan dengan
penyeleksian, pengangkatan kenaikan pangkat, cuti, perpindahan dan
pemberhentian anggota staf sekolah, pembagian tugas-tugas di kalangan anggota
staf sekolah, masalah jaminan kesehatan dan ekonomi, penciptaan hubungan kerja
yang tepat dan menyenangkan, masalah penerapan kode etik jabatan.
3)
Pengelolaan
kemuridan
Dalam bidang ini
kegiatan yang nampak adalah perencanaan dan penyelenggaran murid baru,
pembagian murid atas tingkat-tingkat, kelas-kelas atau kelompok-kelompok
(grouping), perpindahan dan keluar masuknya murid-murid (mutasi),
penyelenggaraan pelayanan khusus (special services) bagi murid, mengatur penyelenggaraan
dan aktivitas pengajaran, penyelenggaran testing dan kegiatan evaluasi,
mempersiapkan laporan tentang kemajuan masalah disiplin murid, pengaturan
organisasi siswa, masalah absensi, dan sebagainya.
4)
Pengelolaan
gedung dan halaman
Pengelolaan ini
menyangkut usaha-usaha perencanaan dan pengadaan, inventarisasi, pengaturan
pemakaian, pemeliharaan, rehabilitasi perlengkapan dan alat-alat material
sekolah, keindahan serta kebersihan umum, usaha melengkapi yang berupa antara
lain gedung (ruangan sekolah), lapangan tempat bermain, kebun dan halaman
sekolah, meubel sekolah, alat-alat pelajaran klasikal dan alat peraga,
perpustakaan sekolah, alat-alat permainan dan rekreasi, fasilitas pemeliharaan
sekolah, perlengkapan bagi penyelenggaraan khusus, transportasi sekolah, dan
alat-alat komunikasi,
5)
Pengelolaan
keuangan
Dalam bidang ini
menyangkut masalah-masalah urusa gaji guru-guru dan staf sekolah, urusan
penyelenggaraan otorisasi sekolah, urusan uang sekolah dan uang alat-alat
murid-murid, usaha-usaha penyediaan biaya bagi penyelenggaraan pertemuan dan
perayaan serta keramaian.
6)
Pengelolaan
hubungan sekolah dan masyarakat
Untuk memperoleh
simpati dan bantuan dari masyarakat termasuk orang tua murid-murid, dan untuk
dapat menciptakan kerjasama antara sekolah-rumah dan
lembaga-lembaga sosial.
BAB 4
PENUTUP
4.3.
Kesimpulan
Penerapan
Sistem Informasi Manajemen di Sekolah Dasar Negeri Jatihandap 2 telah berjalan. tentunya belum semua tujuan dari Sistem Informasi Manajemen ini
tercapai. Karena itu evaluasi dan perbaikan senantiasa dilakukan agar tercapai
tujuan Sistem Informasi Manajemen, baik itu
bagi sekolah, pengelola dan juga siswa.
4.4.
Rekomendasi
Harus
ada keyakinan bahwa Sistem
Informasi Manajemen memang benar-benar akan
berkontribusi bagi peningkatan prestasi murid. Ukuran prestasi harus ditetapkan
multidimensional, jadi bukan hanya pada dimensi prestasi akademik. Dengan
taruhan seperti itu, daerah-daerah yang hanya menerapkan Sistem Informasi Manajemen sebagai mode akan memiliki peluang yang kecil untuk
berhasil.
Alamsyah, dkk, (2008). Coporate Management Information System.
Palembang. Universitas Bina Darma
Ngalim Purwanto, (2006) Administrasi dan Supervisi
Pendidikan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Sarwoto. (1998) Dasar-dasar Organisasi dan
Manajemen. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Sekolah
Dasar Negeri Jatihandap 2, 2011. Kurikulum Sekolah Dasar Negeri Jatihandap. Bandung.
_______,
(2007). System Informasi Manajemen. Pusat Pendidikan Dan Pelatihan Pengawasan Badan
Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan
jika ingin melihat versi aslinya silahkan download pada link berikut:
ms. word
power point

Tidak ada komentar:
Posting Komentar